Relawan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Indonesia bekerja sama dengan
Commonroom akan menggelar webinar bertajuk “Konektivitas Tanpa Batas:
Internet Berbasis Energi Mandiri” pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 15.00–17.30
WIB secara daring melalui Zoom.
Kegiatan ini
hadir sebagai ruang edukasi dan diskusi untuk membuka wawasan masyarakat
mengenai solusi konektivitas digital yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan,
khususnya bagi daerah terpencil yang masih memiliki keterbatasan akses internet
dan energi listrik.
Dalam webinar
ini juga akan dibahas praktik baik pembangunan infrastruktur jaringan internet
di Desa Nibung, salah satu wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di
Kalimantan Barat yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses listrik dan
internet. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis panel surya, masyarakat
setempat kini mulai merasakan hadirnya konektivitas internet mandiri yang mampu
mendukung aktivitas pendidikan, komunikasi, hingga akses informasi digital.
Penerapan internet
berbasis energi mandiri tersebut menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat
dihadirkan secara berkelanjutan di wilayah tanpa jaringan listrik konvensional.
Dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi utama, infrastruktur internet
dapat tetap berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Ketua Umum RTIK
Indonesia, Hani Purnawanti, dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.
Sementara itu, materi webinar akan disampaikan oleh Direktur Commonroom Gustaff
Harriman Iskandar, Ketua RTIK Kalimantan Barat Ferianto, serta Novi Ariansyah
RM dari RTIK Kalimantan Barat.
Diskusi akan
dipandu oleh Enny Tridha Rahmina dari PP RTIK Indonesia selaku moderator.
Ketua RTIK
Kalimantan Barat, Ferianto, menyampaikan bahwa webinar ini menjadi bagian dari
upaya bersama dalam menghadirkan akses internet yang lebih merata dan
berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui
kolaborasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa teknologi
internet berbasis energi mandiri dapat menjadi solusi nyata untuk menghadirkan
konektivitas tanpa batas hingga ke wilayah terpencil,” ujarnya.
Kegiatan ini
terbuka untuk umum dan diharapkan dapat diikuti oleh pegiat literasi digital,
komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat luas yang memiliki perhatian
terhadap pengembangan teknologi dan pemerataan akses internet di Indonesia.


.jpeg)

